Lima Pemain Wbfc Antar Indonesia Ke Final Dunia Usai Tumbangkan Brasil 2-1
TEGUCIGALPA, HONDURAS – Tim Nasional Mini Soccer Indonesia mencetak sejarah dengan memastikan langkah ke partai final IFA7 World Championship 2026 setelah menumbangkan Brasil dengan skor 2-1 pada babak semifinal yang berlangsung di Tegucigalpa, Honduras.
Keberhasilan Indonesia melaju ke final semakin membanggakan karena terdapat lima pemain binaan Waanal Brothers FC (WBFC) yang menjadi bagian dari skuad Merah Putih. Mereka adalah Natanael Matius Atanay, Safiyudin Timin, Desman Wakerkwa, Afrizal Rizqil Falah, dan Tiriec Adriano Manuri.
Salah satu pemain tersebut, Natanael Matius Atanay, merupakan hasil seleksi pemain WBFC yang dilaksanakan di Kabupaten Mimika pada tahun 2025.
Usai kemenangan bersejarah atas Brasil, kelima pemain WBFC mengikuti video conference bersama Manager WBFC Ray Gustafson Manurung, Vice President WBFC Titus Natkime, Board of Directors Rochi Putiray, serta Pembina WBFC yang juga Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa.
Dalam kesempatan tersebut, Ray Manurung menyampaikan rasa syukur atas pencapaian anak-anak asuhnya yang berhasil membawa Indonesia menembus partai final ajang dunia tersebut.
"Puji Tuhan, lima pemain WBFC yang terpilih melalui seleksi nasional berhasil membantu Timnas Indonesia mengalahkan Brasil dan melangkah ke final. Ini menjadi kebanggaan bagi WBFC, Papua Tengah, dan Indonesia," ujar Ray.
Gubernur Nawipa turut memberikan apresiasi kepada para pemain yang dinilainya telah membuktikan bahwa anak-anak Papua mampu bersaing di panggung internasional. Ia mengingatkan agar para pemain tetap rendah hati, menjaga kesehatan, bekerja keras, dan tidak cepat puas dengan pencapaian saat ini.
"Kalian mewakili Indonesia. Jangan sombong, tetap fokus dan berikan yang terbaik hingga pertandingan final. Banyak masyarakat Papua dan Indonesia yang terus mendoakan kesuksesan kalian," pesan Nawipa.
Ia juga mengapresiasi peran WBFC yang selama ini konsisten membina pemain muda Papua hingga mampu menembus tim nasional dan tampil di ajang dunia.
Sementara itu, Ray Manurung menilai keberhasilan para pemain tidak lepas dari proses pembinaan jangka panjang yang dilakukan WBFC. Menurutnya, pengalaman internasional yang pernah diperoleh para pemain membuat mereka tampil percaya diri dan tidak mengalami tekanan saat bertanding di luar negeri.
"Ini adalah hasil kerja keras para pemain, pelatih, dan seluruh keluarga besar WBFC. Kami berharap di partai final nanti Timnas Indonesia dapat kembali menampilkan permainan terbaik dan membawa pulang gelar juara," katanya.
Keberhasilan Indonesia mengalahkan Brasil, yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia, menjadi momentum bersejarah sekaligus bukti bahwa pembinaan sepak bola usia muda yang konsisten mampu melahirkan pemain-pemain berkualitas yang dapat mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional.